Sepoi
angin mengusik pagi
Menggoyangkan dedaun yang tengah merunduk sendu
Menggugah embun yang terperangkap malam tadi
Luruh bergulir menyusuri tulang dedaunan
Sejumput dingin menusuk kulit
Memaksa raga terenyuh dingin
Secawan hangat menjadi penawar
Larutkan hangat di antara pembuluh darah
Menjalari raga perlahan namun pasti
Di gerbang pagi ku buka lembar diary maya
Pernak pernik aksara mulai berhamburan masuk
Sapa hangat para sahabat
Menyambut pagi dengan senyum merekah
Indah,
Rindu_Sendu 0214

Tidak ada komentar:
Posting Komentar