Sabtu, 20 Juni 2015

Gersang

Hening kini tercipta,
Meski gemuruh angin mengguncang semesta,
Tak lagi terdengar merdu gemersik dedaun kering
Ketika ranting menanti bulir embun dari sisa gerimis,
Semua seakan terpaku di bumi tandus berkarat debu
Gersang menjamah dipenghujung juni
Hilang kesejukan pada rona jingga diraut senja
Dan aku kembali tertunduk tak bergeming,
Dalam desah penantian tanpa mengenal jeda
Mencari akhir digulir waktu yang semakin menghimpit.

Rindu_Sendu,062015



Pecahan Rasa

Dan tangispun kembali pecah dalam keheningan,
Mengalir air mata menjadi sungai dikaki langit hati,
Membasuh segenap derita yang tercarut marut duka,
Lara... membungkus raga...
Sedang kebisuan menjadi saksi ketika asa terbaring lunglai
diranjang tua penyangga sukma.

Seiring rebah ilalang dihadapan senja
Hilang teduh dalam hati terganti derita,
Akupun kembali menutup mata atas pecahan rasa yang kini ada,
Hingga nanti saatnya tiba.. 
Untuk jingga kembali merona diwajah senja 
peneduh jiwa sang lara.

Rindu_Sendu,210615