Selasa, 24 November 2015

Sayap Patah

Pun pada akhirnya sayap itu patah jua
Aus terkikis tajamnya air mata
Hingga tak lagi mampu menahan beban derita
Melayang... jatuh tak bernyawa,
Memaksa memenggal dongeng dari kisah cerita senja yang belum usai
Seiring sunyi memeluk kelam
Menghapus jejaknya dipematang malam
Kini biar ku gemakan rintih rindu yang memudar
Disetiap senja tenggelam dikaki langit
Kini biarkan saja sayap itu patah berlumur darah
Tergeletak bagai sampah
Terinjak sumpah lalu menjadi serapah

Rindu_Sendu.112015

Minggu, 22 November 2015

Asa

Disini,
Dimalam yang hampir hilang 
Masih sisakan sepenggal mimpi yang basah oleh embun kehidupan
Ntah kan tersentuh tangan hangat sang kemuning menjadi tunas harapan baru
Atau mengering seperti dedaun yang mulai menguning
Sedangkan sang angin mulai menggelitik genggam sebelum ia menghempasnya jatuh.

Rindu_Sendu, 1115

Mimpi Tak Sempurna

Nanti,
Ketika binarmu benar-benar tak lagi ada dipelupuk mataku,
Dan debar rindu hilang dari hatiku,
Ketika itu pula bayanganku putih memudar,
Dan ketika nanti,
Saat lidahku kelu tak lagi mampu menyapamu,
Saat hanya ada hening yang bisa kau temukan dilembab udara pagi,
Kau harus tau bahwa hijauku telah berganti,
Karena disaat itu...
Aku telah kembali lebur bersama senyawa yang takkan mampu kau sentuh lagi.

Kan kupenggal mimpi-mimpi dilembar Rindu'ku untuk kebebasanmu,
Dan biarkan aku kembali menjadi Sendu.


Rindu_Sendu,112015

Hampa

Kembali kutemui hening dipucuk daun yang kini berembun bening,
Seirama detak jantung melebur rindu disela jeda kata tak terucap,
Dan masih gerimis pun merinai pagi dilembah hati,
Aku dan sunyi....
Kini sama-sama telah kehilangan arti diantara sejuta makna yang terhampar,
Sedangkan kau akan tetap abadi dalam keindahan
Tak tersentuh kecuali batas cakrawala yang mampu merengkuhnya.


Rindu_Sendu,231115