Jumat, 02 Juni 2017

Pedih

kau tulis pesan di balik kaca
buram oleh tetes air mata
kisahmu tlah kupertaruhkan jiwa
sibak lembar demi lembar mega mega
lampaui benua,
gigil musim dan aroma letih kerja
tapi diam diam
kau pungut satu demi satu tetes air mata itu
memercikkan beningnya di luka cintaku
pedihnya.

Rindu_Sendu,062017

Kepompong Kupu Kupu

tutup kembali ruang sunyiku,
pekik kupu kupu sambil melepas
helai demi helai sayap halus nya
kilau cahya ini kelewat menyengat
dan duri duri mawar kelewat nyeri
menggores nadi
biarkan aku diam,
terayun di kepompong sunyi
sambil mereka reka derai musim
yang berhembus dari seberang lautan kelak,
jika perahu itu benar tiba kembali
bakal kumekarkan klopak sayapku
agar mengepak lembut songsong kehadiranmu.