Sabtu, 09 September 2017

Sebuah Nama

Kini,
Langkah terhenti di tepian waktu
Menatap sepi di sudut remang sunyi
Tubuh perlahan memudar berpadu udara
Desah nafas terpenggal gelisah
Di ujung akhir rasa masih saja bertaut menanti

Hati, tak akan berhenti merajut rindu
Ketika tubuh memudar terhempas sepi
Kau selalu nyata dalam pelukan
Hingga ujung nafas namamu terkecap di ujung bibir.

Rindu_Sendu,09/09/17

Jumat, 18 Agustus 2017

MERdEKA

MER(D)EKA
Mer(d)eka itu mereka
Yang manis manis berhati kolonialis,

Yang bengis bengis berotak kapitalis; iblis
Alam sedikit sedikit dikikis tipis
Minyak, air, tanah, batu ditilep habis
Mer(d)eka itu mereka
Yang Jancuk, yang duduk-duduk harta bertumpuk
Yang Tikus, yang makan rakus rakus hati nurani diberangus
Yang Asu, yang asal janji janji melulu tapi palsu
Yang Bodat, yang ngakunya jujur bermartabat tapi penjahat
Yang tahi, yang berdasi, yang menjajah bangsanya sendiri
Si miskin dikadalin
Si kaya yang merdeka tertawa-tawa

Jelata menderita
Mereka yang merdeka berpura rupa
Si miskin tepar, busung lapar

Si kaya merdeka, busung dada
Jelata tinggal belulang
Mereka yang merdeka saling bersulang
Mer(d)eka itu mereka
Kurap yang korup
Pemerkosa, pengkhianat, pemeras saudara saudara sebangsa
Ya, mer(d)eka itu mereka
Tanpa peduli, tanpa nurani, tanpa empati,tanpa 'D'
RI, 72th

Senin, 07 Agustus 2017

Kau

Gemersikmu mengirama syahdu
Menelisik jauh ke kedalaman hati
Mengoyak sepi dengan syair-syair merdu
Semanis madu wajahmu menari gemulai
Menghipnotis netra
Meracuni ingatan
Ahh Tuan,
Gemersikmu memagut hatiku
Tak kuasa hasratku memeluk
Hingga rindu kian membiru

Rindu_Sendu,082017

Cinta


Aku cinta kau,
sejak saat itu
kubiarkan perasaanku tunduk
pada satu namamu
Jangan membisu!
karena pada diammu
aku rewel meneriakkan rindu

Apa kau tahu?
untuk setiap hal
yang kumaknai sebagai cinta
Kau adalah sebenar-benarnya alasan
untukku tetap tinggal dan bertahan.

Rindu_Sendu,082017


Silent Quet

Ialah kita,
Sepasang asing yang keliru dipertemukan cinta
Hingga pada akhirnya
Hanya melukai antara satu dengan yang lainnya
Lalu menjadi sepasang genggam,
Saling merenggang
Melambai pelan mengucap salam perpisahan

Jika dalam sepimu kau rindukan aku,
Aku sudah lebih dulu sepi
Tiap kali ingatan merindumu
Dan pada akhirnya
Aku hanya menjadi satu kenang
Yang pernah mengecup lembut keningmu,
Simpan aku dalam sebaik-baik ingatanmu.

Rindu_Sendu, 070817

Jumat, 14 Juli 2017

Labirin Cinta

"
Dalam bentang jarak,
Aku hanya bisa mendekap rindu padamu,
Di sini rinduku menjelma bunga-bunga,
Seperti jatuh cinta pada pandangan pertama.
Kau tahu?! Akulah daun yang berguguran itu,
Si perindu tak kenal waktu,padamu...
Sedang cintaku adalah sebuah labirin tak berujung.
Tersesatlah ke dalamnya!
Tak ada jalan pulang bagimu kecuali terbenam di pelukanku.
"
Rindu_Sendu,140717

Jumat, 07 Juli 2017

Asmarandana Terlarang

Mencoba rengkuh rindumu,
tapi yang kudapati hanya bayang semu
rasa ragu ajak aku melupakanmu.
Namun aku,tetap menunggu
Hingga kujumpai pagi yang tak pernah sama,
yang selalu beda sejak aku melangkah.
Jauh dari tempatku biasa tertawa.
Dingin membalut tembok kamarku yang seolah menantang terjang.
Tapi ku diam,
hanya mengucap sebuah kata dibalik ketegaran.
Bahwasannya rindu ini serupa rumput liar yang tak tahu malu,
berakar serabut memenuhi serambi hatiku.

RinduSendu,080717

Jumat, 02 Juni 2017

Pedih

kau tulis pesan di balik kaca
buram oleh tetes air mata
kisahmu tlah kupertaruhkan jiwa
sibak lembar demi lembar mega mega
lampaui benua,
gigil musim dan aroma letih kerja
tapi diam diam
kau pungut satu demi satu tetes air mata itu
memercikkan beningnya di luka cintaku
pedihnya.

Rindu_Sendu,062017

Kepompong Kupu Kupu

tutup kembali ruang sunyiku,
pekik kupu kupu sambil melepas
helai demi helai sayap halus nya
kilau cahya ini kelewat menyengat
dan duri duri mawar kelewat nyeri
menggores nadi
biarkan aku diam,
terayun di kepompong sunyi
sambil mereka reka derai musim
yang berhembus dari seberang lautan kelak,
jika perahu itu benar tiba kembali
bakal kumekarkan klopak sayapku
agar mengepak lembut songsong kehadiranmu.

Rabu, 10 Mei 2017

Rapuh

Sssstttt diamlah
Biarkan angin mengecup rapuhku sekejap
Seiring nyaring lonceng angin
Berharap semilir mampu meredam sakit ini untuk sesaat
Aku rebah dan bertahan layaknya ilalang
Berkali bangkit dan menatap langit
Namun aku lupa bahwa tempatku berpijak tengah menungguku untuk pulang.

Rindu_Sendu, 052017

Pecahan Rasa

Entah sejak kapan aku jatuh cinta
Pada denting yang tak berirama
Kucoba merangkai,
Namun denting pecah terburai diudara
Kucoba menyatukan, lagi
Tapi dingin udara bekukan segala
Lalu kubiarkan pecahan itu mengambang
Berharap hujan mampu merangkai pecahan denting
Membawanya kembali sebagai melodi
Meski nanti kenangan itu menawarkan luka
Bumi kan menanti.
Lembah Sunyi, 201705

Asu

Kembali sepiku memamah remang 
Lengang berlalulalang tersenyum jalang
Disimpang jalan gigil menggoda lancang
Tawarkan lelang tubuh tubuh telanjang 
Hasratmu sepekat malam nan panjang
Meski berkali terjamah kau tetap menangtang
Malang melintang bak bintang bintang
Walau sesungguhnya kau dan aku sama-sama binatang.

Rindu_Sendu, 052017

Gerimis

Rintik itu tak berubah
Tetap bening mengemas dingin
Mencucuk tulang sumsum
Sesak(it) gigil mengendap
Terbujur kaku disudut malam, sendiri
Mengemas rintik rindu yang kian beku,
Gelap ini masih sama
Tak memudar meski berkali terbasuh hujan.
Lembah Sunyi, Mei 2017

Lelah

Pejam pejamlah dalam gelap
Biarkan tangan hasrat membelai lembut
Melaknat apapun yang tersentuh nikmat
Biar pecah hening dibalik kelam(bu)

Nikmat nikmatilah malam yang gagap
Dalam dekap rindu yang menggeliat
Dibawah remang dingin menghujam
Biarkan pejam mengantar hasrat bebas membuncah.

Rindu_Sendu, 100517

0

Kutemukan kosong pada lembab udara
Sunyi yang memeluk malam tanpa sebait mimpi
Lelah jiwa terikat raga usang
Terbaring lemah menunggu pagi
Berharap yang pergi segera kembali 
Mengisi kosong sebelum mati.

Rindu_Sendu,052017

Sentir Bumi

Ini tentang malam dan hujan
Meniup lirih semilir rindu
Beradu diantara bulir air yang berdenting nyaring
Mencipta lembab yang mendekap syahdu lagu-lagu
Hadirmu penawar sendu
Direntang waktu yang terhenti
Diantara cinta yang hampir mati
Engkaulah sang penawar
Dan padamu kutempatkan hati.
Rindu_Sendu, 052017

Sekopi Pahit

Sesunyi malam
Sepekat endapan lara
Setemaram itu harapan kebaikan disetapak jalan hidup
Sedikitnya aku mengerti tanpa harapan, hidup seperti kehilangan arah.

Sepahit kopi
Seikat janji yang terhianati
Seakan waktu tak mampu mengobati luka luka yang tertanam
Sepertinya aku memang tak ditakdirkan menikmati manisnya gula-gula.

Rindu_Sendu, 052017