Rabu, 28 November 2018

Cinta Tak Sempurna

Biar daun berguguran,
Angin tetap berhembus
Biar jarak menggugur
Rinduku tetap menghembus
Seperti nada yang kerap mengalun
Aku pun memiliki rasa yang terus berayun
Meski kini aku telah kehilangan segala tentangmu

Rindu_Sendu,28112018


Kamu 2

Dengar...
Kidung yang terlantun dipucuk malam
Membawa resah pada iringan awan kelabu
Entah ternoda oleh apa
Hingga sumbang ketika sampai di hati

Sementara sepi tengah merajah risalahnya
Dengan alas bentang malam
Dan mata hanya memandang sendu
Membaca wajah di raut luas cakrawala
Hening pun memapah langkah pada diam

Rindu_Sendu,1118

Kamu

Pagi...
Tidak seperti biasa
Kopi tersaji tanpa rasa
Sedikit getir menguasai
Mungkin tawar merajai

Tak mengapa...
Biar sedikit demi sedikit melewati tubuh
Dan perlahan sari pahit terserap
Melewati lolongan waktu yang menjauh
Lalu sisakan ampas di ruang pengap.

Rindu_Sendu,281118

Jumat, 16 November 2018

Dunia


Dunia...
Kau balut aku dengan serpihan harapan
Kau dekati aku dengan kebahagiaan
Kau lantunkan nada kebimbangan
Kau hempas aku dengan derita
Kau belai aku dengan cinta
Kau pacu semangatku dengan pengorbanan

Dunia...
Ku arungi derasnya sungai terjal
Kupanjat tebing curam
Ku langkahkan kaki pada bebatuan
Ku tapaki gersangnya padang pasir

Dunia...
Ku puaskan dahaga dengan keinginan
Ku bungkam gejolak hati dengan pemikiran positif
Ku racuni diri dengan kesibukan, agar terlupa beban

Dunia...
Ku rasuki mimpi tuk jadi nyata
Ku emban yang harus ku pikul
Ku selami maligai penderitaan
Ku terbangkan angan-angan semu
Ku gali rasa ditengah asa
Ku ceburkan diri pada sang waktu
Ku hembuskan nafas keterikatan
Ku remukan jiwa yang menjadi
Kuhilangkan duka ditengah suka
Ku sembunyikan pilu pada malu
Ku tutupi merana dengan merona
Ku bisukan sesak pada jeda
Ku hanyutkan derita pada keyakinan
Ku tetasi hidup dengan semangat
Ku tela'ah apa yang harus kupelajari

Dunia...
Ku telah belajar banyak untuk " MENDAPATKAN "
Namun ku tak pernah belajar untuk " KEHILANGAN "

RinduSendu,17112018


Senin, 29 Oktober 2018

Bias Senja

Ini bukan tentang rindu yang sekilas datang dibilik waktu
Namun jauh dari sebuah hangat dari sebuah ingat
Di mana senyuman tak pernah ranum dalam ungkap rasa
Karena harap telah lebih jauh meminang semua asa dalam doa

Ya....
Ini tentangmu...
Tentang bias senja yang tak lelah menyinari
Meski terkadang menjadi gerimis dalam hati
Namun basahnya berikan bahagia
Seumpama purnama dalam gelap malam.

RinduSendu,102018

Luka Senja

Gelisah
Meneteskan muram dipelupuk penantian
Tatapan penuh harap

Waktu bercerita kisah kita
Ada rindu menjuntai ditiap pilu tatapan itu
Getir terus membayang
Meluruhkan sepi diterawang tak berujung

Masihkah janji itu bertaut
Tersemat setia dibentangan jarak nan jauh
Bila gemersik bayu bimbangkan detak jantungmu
Akankah sejumput kasih yang kita punya
Masih manis terduduk disinggasananya
Bersanding rasa yang tiada pudar akan masa merenggutnya.

SEMOGA,,,
Tulus membalut setiap jengkal kealpaan jiwa
Menuntun keikhlasan bersabar dalam langkah setia

Di sini,,,
Di bentangan sepi yang menghiris hati
Aku bertahan demi sebuah janji
Untukmu yang begitu berarti.

RinduSendu,102018

Insting Matahari

Kutulis sendiri memoar tentang angin
Pada relief udara yang basah oleh aklamasi naluri
Juga pada barisan mimpi yang tergambar pada garizah kalbi;
Insting matahari

Angin tak pernah gelisah
Didadanya kucium wangi kasturi,
Karenanya aku tak lagi gail
Untuk tetap menyematnya dalam-dalam, di dalam geladak hati.

Dialah sang angin;
Adalah dia yg kucintai sejauh matahari.


RinduSendu, 29102018
u/ Senja


Kau

dimana...
entah dimana
tanpa sisi tanpa celah
teronggok resah tertikam kesah
hanya bisa memagut rasa
aku tak ingin apapun
tidak juga aku tak juga kau
ku hanya ingin sesaat denganmu...
sesaat tuk lepaskan
beban ku,
rinduku,
kehilanganku,
juga erang ku
sesaat tuk sadari kau ada disitu
RinduSendu,092018

Senin, 17 September 2018

Daun

Hatiku selembar daun
Melayang jatuh di rumput ;
Manti dulu, biarkan aku sejenak..
Terbaring disini ;
Masih ada yang masih ingin kupandang
Sesaat adalah abadi sebelum
...kau sapu
tamanmu setiap pagi.
RinduSendu,180918

Ma'af


Tuan...
Bukan maksud ku
Bukan ingin ku
Melukai mu....
Sadarkah kau disinipun
ku terluka..
Melupakan mu
Menepikan mu...
Maafkan aku
Lupakanlah saja
diriku ...
Bila itu bisa membuatmu
bahagia .....

RinduSendu,180918

Sabtu, 25 Agustus 2018

Pergi

Aku hanya setetesan lelah,
yang engkau tampung dalam cawan sepi
yang kemudian menguap lagi dan pergi.
Aku hanya sekumpulan bayangan,
yang engkau hidupi dari lampu kecilmu.

Setidaknya aku pernah ada
walau hanya sekedar mengusik sedih,
Meski pada akhirnya menghilang lagi
untuk kesekian kali ...


Rindu_Sendu, 260818

Sabtu, 07 Juli 2018

KeAKUanku

Aku siapa?
Siapa aku?
Aku adaLAh aku(ku)
Dan ketika aku bukanLAh aku 
Aku siapa?
Aku(ku)
Aku bias senja 
Aku bintang hitam
Aku lengkung sabit diLAngit keLAm
Dan ketika aku bukan aku
Aku siapa?
Aku tetes embun direranting pohon
Aku rumput liar, sang ilaLAng
Aku dedaun kering
Aku hijau aku(ku)
Dan ketika aku bukan LAgi aku
Siapa aku?
Aku kunang-kunang 
Aku asu yang menyaLAk jalang
Aku(ku)
Tapi ketika aku bukanLAh aku
Siapa aku?
Aku siapa?
.............
Aku luka
LAra

RinduSendu,072018

Muak

Debu
Angin
Hujan..
Tolong kali ini semua jangan hampiriku..
Aku ingin reda di udara kosong, meski liuk Cahya mulai mengembun disana.
Sejejak tadi bius aroma mengabu berbisik resah padaku
Hujan benamkan, mengosongkan sisa pilu
Adaku seperti debu dan buih tak pasti laman imajiku terbunuh mati seketika
Aku bosan dihujan!!
Aku bosan cederai rasa atas kemilau entah yang semakin terpuruk ku
Kilas mimpi yang membelah ingin dan hasrat sisakan sepi
Aku ingin sendiri disini..
Aku lelah..
Dan aku tak mau lagi resah yang tak kumengerti..
Aku lelah..
Kumohon..
Biar rangkaian ini kunikmati sendiri...

Rindu Sendu,080718

Rabu, 27 Juni 2018

Pasrah

Aku sudah tak mampu lagi melihat
Aku sudah lelah mendengar
Untuk kepulan ingatan yang membusuk
Aku terhempas dipojokan ruang

Salahku berdiri
Salahku mengecap
Salahku menimang
Buaiku seakan menusukku

Mukaku hitam..
Coreng berbelang..

Berpuas aku mencari dan terus mencari
Hampir muakku mencari..
Titik nadir seperti terus menghantui
Dan semestinya langkah terhenti dirimu yang merupa wujud pintaku..

AKU LELAH..
AKU KALAH..!!
Dan aku melemah..

RinduSendu,062018

Luka(Senja)

Kembali pada hening
Terang meredup di ujung senja
Bias warna serupa bianglala perlahan memudar
Rinai hujan kian rapat menghujan
Ciptakan tirai pekat penghalang pandang
Sesaat lambaian tanganmu menggores pedih
Pudar sudah dian harapan yang ku tata bersama mimpi
Hati lantak menyerpih serupa debu
Getir rasa mengecap lidah
Membeku terkulum tak berkata
Di sini
Masih memintal benang rindu yang mengusut sudah
Air mata yang tergenang telah menganak sungai
Mengalir dan jatuh mengadu tanya pada bumi
Kemudian sirna tak terjawab sudah
Ku tatap bias sendu membiru
Bucah duka terlukis di tiap sudut
Hilang sudah nyanyian penyejuk sukma
Tinggalkan kidung yang kerap ku dekap di gubuk hati
Sisakan kenangan yang terus ku hitung hingga akhir


RinduSendu,062018

Mimpi

Gemerisik pasir pantai berdesir tersibak gelombang
Sepoi angin meliuk menerbangkan dedaun yang sempat terhempas
Gesek ranting nyiur bawakan kidung dengan simfoni mengalun sendu
Dan mentari merendah mengecup bumi
Sementara raga tegak tak bergeming
Memandang jauh ke sudut timur
Sisa sinar surya menempa ciptakan bayang kemasan
Hai kau yang di sana
Adakah kau lihat...
Mentari tengah mencumbu bumi
Lahirkan senja yang berteduh di binar lembayung
Yang sekejap kemudian akan tenggelam dalam pelukan malam
Dan sabit bersiap menjaganya
Hai kau yang di sana...
Apakah kau rindukan senja ?
Seperti aku yang rindu kamu


RinduSendu,280618

Keping Hati

1hati...
2 hati...
3hati....
Masih ku punguti keping hati yang hancur di jelaga
Sisa pembakaran semalam
Sebagian hancur berkeping
Sebagian legam menghitam

4 hati....
5 hati....
6 hati....
Entah, sampai kapan bibir ini mengeja nama mu
Sementara getir tersaji di cawan pagi
Tak beraroma namun sesakan dada

7 hati...
8 hati...
9 hati...
Takkan ku salahkan diri tercampakan
Terpuruk diantara kubangan menghitam
Sementara sakit yang menusuk merejam tak berdarah

10 hati....
....
....
....

RinduSendu,062018

Selasa, 19 Juni 2018

Lembah Sunyi

Sendang kasih telaga biru
Tempat hati melarung rindu
Terbawa riak hilang arah
Mengapung sesaat kemudian melaju di larung gelombang
Sendang kasih telaga biru
Tempat raga larut kedalam dingin
Bekukan resah yang terperangkap di ujung hati
Wahai rindu
Maaf jika rasa membuat nalar tertutup
Maaf jika dingin telaga tak mampu meredam sekam di dada
Hingga gelisah terus saja menggelayut lorong hati
Wahai rindu...
Dulu resah ini milikmu
Hingga seribu tanya yang tak mampu ku jabarkan menjadi benteng pemisah
Dan sekarang resah ini milikku
Hingga tiap rasa harus merejam menusuk tembus di hati
Mungkin ini lah sejatinya wujud cinta

Rindu Sendu,270618

Rabu, 13 Juni 2018

AKU


Aku masih setia disini,
Berdiri mengeja warna lembayung yang aku namai senja
Menggenggam sisa-sisa harapan yang kian kikis
Lihatlah aku tak takut akan sepi,
Tetap disini, melukis warna di langit hati
Meski sebentar lagi gelap merenggut segala

Nanti jika netra tak lagi sanggup mengeja
Saat jemari tak dapat menyentuh rasa,
Hati memucat tak lagi berwarna
Dan kaki tak juga mampu menyangga
Saat itulah puncak dari segala keakuanku
Titik balik dari tawa jumawaku
Aku bertaruh rindu yang bukan aku

Tanpa keluh
Tersungkur bersimpuh
Membudak rela
Mencumbu luka
Perlahan aku tiada.

RinduSendu,062018

Senin, 11 Juni 2018

Luka

Ini bualan malam...
Mengalir di tarian canting
Memuja hening meriap tenun kasar buta pagi
Bukan seperti hujan...
Kepulangan nada, hitam dan diam tak percaya
Cahaya padam terhina gemerlap
Aku biru...
Lebam tersulut debu
Buas ku dimangsa waktu lalai
Puasku tenggelam dibuaian
Berkelok jalan hidup,
Tak berujung...
Ditepian hanya jurang abadi
Aku memuja api yang membakarku
Mengabu debu
Berpuas diterkam keramaian yang sunyi
Diam, diam, dan hanya terdiam
Aku bisu tercekik dingin
Dan aku terbuang
Tak kumengerti sajak
Semua semu

Rindu_Sendu, 110618

Sabtu, 09 Juni 2018

Tentangmu


Dengar.....
Angin berhembus lembut
Membawa kidung di puncak malam
Riuh celoteh gemersik dedaunan menabuh genderang
Sesaat hening...

Ada rindu yang tergantung
Mengambang ringan di lelangit kamar
Melayang tak tentu arah tujuan

Sekelumit rasa yang kian menumpuk
Tergenang di palung hati terdalam
Membeku tak tersentuh kehangatan
Tak sirna walau lelap mata tertutup


RinduSendu,062018

Rabu, 06 Juni 2018

Altar Jiwa


Di atas bentang altar jiwa
Ku hembus nafas pada hati yang terbungkus beku
Mendayu sendu terhujam rinai semalam
Dingin terbujur tak bergeming
Takkan ku salahkan hati yang berkubang luka
Berteman sepi di pucuk malam
Saat sapa terbengkalai di ujung ranting
Membuat raga terhempas ke dasar bumi
Terkubur duka di batas rindu

Di atas bentang altar jiwa
Ku hembus nafas berbungkus rasa
Berharap gersang kan berlalu
Mengukir kisah di hijau dedaun

RinduSendu, 070618

Karma

Aku adalah budak cinta
Terombang ambing tak bersuar
Terkadang hancur berkeping dihantam karang
Kemudian tersusun kembali dari tetes sejuk yang tercipta
Terkadan luluh lantah terhempas dari ketinggian
Dan perlahan kembali utuh

Ya aku adalah budak cinta
Yang tercipta dari luka yang ku bentang
Dan luka adalah tetamu yang kini setia menetap di sekat hati

RinduSendu,070618

Jumat, 01 Juni 2018

Rasa Hati

Kupandangi kemuning dedaun di balik cermin
ketika riuh berceloteh bersama angin
sesekali menari mengikuti irama yang di hembus
kemudian larut terbawa waktu
Disini,
tetap bertahan memandang
seraup getir kerap hadir menjamah hati
namun lidah tak mampu mengucap baris kata
Hanya rindu yang kerap mengalir
tertampung dalam bejana retak
entah akan mengalir kemana
atau terus tertampung hingga masa tak berakhir
Rindu Sendu,010618

Kamis, 29 Maret 2018

Rin(du)


Sepi...
Kau, mungkin telah membusuk
Tapi tidak lebih busuk dari penyamun itu
Suci cintamu
Pedih deritamu

Berat memikul dunia
Malu menyandang nama
Iblis bertopeng cinta
Maut terperangkap asmara

Kau, tinggal kenangan
Pahit kekecewaan
Memberi seribu teladan
Kau, mewangi sepanjang hari
Mekar dalam ingatan.

RinduSendu,290318

Rabu, 21 Maret 2018

Kosong

Ingatan kini bertanya
Pada masanya yang pernah mesra
Pada lengangnya jalan diujung sepi
Kemanakah langkah-langkah kaki yang beriring seiring?
Yang ayunan langkahnya berirama harmoni ritmis,
Manis....

Akhhhhhh
Ternyata tak lagi ada yang seperti itu adanya
Hanya sepanjang jalan kenangan berdebu,
Usang!!!
Tak lagi adamu

RinduSendu,032018






Senja Barat


Dalam keusai sudahanpun aku masih mencoba
Sedikit melukis puing
Kisah kesah diudara
Mengalung layangkan bait serta
Menghembuskan desah imaginer
Entah itu melukis tentang keindahan
Sebuah nama, semisal embun, rembulan atau namamu mungkin....

Tentang senja,
Aku enggan menyebut namaku
Disini, disana atau dimana-mana
Untuk melihatku nanti
Kau cukup kunjungi saja rebah desahku diujung barat
Sosok yang menepi
Yang selalu menggantungkan salamnya pada langit
Yang saganya memerah
Sosok yang sunyi,
Yang selalu duduk berpangku termangu
Dan menua bersama senja
Itu aku.

RinduSendu,032018

Ampas Kopi


Kunikmati,
Secangkir kopi penuh resah membuih gelisah
Seteguk rasa menapak gamang
Mengalir rasa bak melewati enam purnama merindu
Tertata sendu yang menguasai sudah
Lagi seteguk dan kuteguk lagi
Sesap manispun menjamah kenang
Berakhir meninggalkanku disehening cangkir
Yang perlahan mulai habis mengosong isi, hampa

Tau kah kau?
Disetiap seduh usai
Pun selalu tertinggal
Menyisa ampas mengukir nama,,,
Kopi-kopiku selalu mengingat tentang masa lalu
Dan juga rindu nan sendu

RinduSendu,22032018


Jumat, 16 Februari 2018

Aku

Mungkin aku bukan manusia seperti kamu,
kalian dan mereka
yang terbiasa selalu membiasakan,
memanusiawikan manusia
mungkin
aku juga bukan makhluk (so)sial
berpura tertawa binal
berbicara bak dewa(sa) muntah setelahnya
munafik..!
persetan dengan sebutan baik..!
persetan dengan kata kata suka
suka suka yang dusta
dosa yang lumrah
parah
mungkin aku sebangsa(t) debu di mata yang abu
atau mungkin aku sebangsa(t) parasit
sewaktu waktu menggigit hingga kalian menjauh
menyudut tatapan acuh lalu meludah merangkai serapah

dan aku tertawa mengangkasa
berulang syukur tertelan
karena tak menjadi kalian.
RinduSendu,022018

Rupa(Rupa)

Rupa Rupa ..
Hitam putih ..
Rima tumpang tindih ..
Asa adalah hiasan rasa ..

Rupa Rupa ..
Lepas kapal nahkoda ..
Dari pantai menuju samudra ..
Debur ombak mendesak ..
Bhayu menghempas berarak. ..
Terkadang tenang penuh kasih ..
Rindu di cumbu sunyi ..
Tempat jiwa jiwa letih ..
Selepas liar meringkih ..

Aku dan kalian ..
Hari ini kawan ..
Esok siapa tahu. ..
Ada rencana baku ..

RinduSendu,17022018

Selasa, 16 Januari 2018

keLAna senja

Ku pandangi wajah langit di bilah senja
Sendu mengalir hangat menyusuri lekuk pipi
Tertoreh sakit menodai rindu
Dan raga terbaring menatap kosong

Masih ku genggam
Setitik rasa yang terkubur sunyi
Menebar jala membentuk wajah remang 
Tersulam di wajah senja
Rindu yang tertutup tirai sepi

Aku masih terbaring di sini
Merajah sepi di daun kering


Rindu_Sendu,160118

Senja

Aku masih menanti di ujung waktu
Saat waktu terhenti di rongga sudut sang waktu
Wajah bumi pun merona memerah kemasan
Saat kecup mentari menyentuh bibir senja
Aku masih menanti di sini
Meramu rindu di akhir waktu
Merajah sebait nama di wajah senja
Hingga rindu tertumpah di kubangan rasa
Dan bibir melafaz namamu
Senja.....

Rindu_Sendu, 160118