Rabu, 21 Oktober 2015

Kerinduan

Sejenak langkah terhenti di tepi rindu
Wajah tengadah memandang gumpalan awan kelabu
Berarak tertiup angin perlahan menjauh
Kemudian sirna memudar ke balik senja
Sudah lama hujan enggan singgah di sini
Dimana hati kering kerontang tak terjamah sejuk
Gersang kian menyelimuti
Hingga dagaha menguasai raga
Pikir hanya berjalan tanpa arah
Masih ku ingat
Ketika sebaris rinai berebut menyentuh bumi
Aroma debu berbaur di udara
Sejuk menyatu kedalam jiwa
Ragapun bersimbah dingin mendekap
Terpatri dalam ingatan semusim

Rindu_Sendu,102015

Senin, 12 Oktober 2015

Rasa

Jiwa ini memang tak sempurna
Hanya segelintir debu diantara udara
Yang tersapu hembusan angin
Hingga terkadang terhempas di antara cadas

Jiwa ini memang tak sempurna
Yang tak memiliki cahaya 
Kadang redup hingga malam harus menawan rindu pada terang
Dan terkadang malam harus melepas cahaya diantara denting waktu yang pekat...

Jiwa ini tak sempurna.
Rindu_Sendu,1015

Semesta Hening

Semilir angin berhembus
Menebar jala sejuk di batas udara
Melewati jemari ranting 
Hingga sesekali bergemertak melantun kidung sepi

Ssttt
Dengar...
Sesaat gemerincing lonceng angin mendayu
Melenting tinggi lalu hilang tersapu.
Sesaat riuh menjelma kenangan di ujung mata
Hingga enggan terpejam
Kemudian sirna bersama laju irama angin


Rindu_Sendu,1015

Kamis, 08 Oktober 2015

Q'ta & Senja

Pada ruas ujung senja
Kulukis aksara penabuh rindu
Walau raga terperangkap antara waktu dan jarak
Di ujung senjalah rasa tertumpah
Menabur benih kasih di hembusan angin
Serupa camar yang kembali ke peraduannya

Lihatlah,
Langit memerah saga
Redup cahaya mengundang hening
Tempat mata terlena menanam pesona
Dan hatipun kian berlabuh jauh di hamparan rasa

Dengarlah,
Ketika bisik angin memainkan lagu sendu
Yang tersampaikan pada dedaun kering
Hingga luluh melayang mengecup bumi

Dan kitapun makin terlena menghantar senja yang kian memudar
Berpulang di pelukan malam.

Rindu_Sendu 081015