Rabu, 19 Februari 2014

Ampas Kopi


Ku reguk nikmat kopi 
Ku nikmati bersama dingin pagi yang menjamah bumi
Tika ku buka jendela dunia 
Burung camar asik memadu kasih
Ada ikatan setipis selaput diantara mereka
Namun kasatnya mata membuat jarak 

Ku reguk lagi hangat kopi
Ku rasakan nikmat diselongsong tenggorokan
Ku tatap lagi dan lagi sepasang camar itu
Saat teguk terakhir kopi ku
Hanya seutas do'a yang terlontar
Semoga rahmat Tuhan menyatukan kalian
Ku letakan cangkir kopi rapi disisi jendela yang terbuka
Ku tinggalkan bersama asa yang menggantung
Berharap senja nanti tak seperti pagi ini
Yang hanya menyisakan ampas kopi tak berasa
Hambar,

Rindu_Sendu 0214

Tidak ada komentar:

Posting Komentar