Jumat, 14 Februari 2014

Rindu

Kidung malam belumlah selesai mengalun sendu 
Ketika temaram bintang menjemput fajar
Mencibir perih kerinduan yang tak terbalas 
Pada mega hitam yang merindu rembulan merah

Diatas ayunan telaga warna 
Pintal rasa yang kian lama kian mengikat 
Erat sejiwa lara terkurung pada egoisnya asa

Rindu sendu... 
Mendekap perjalanan sang jiwa kinasih 
Merintih lirih saat membuncah rasa pada genggaman jarak 
Pada rapuhnya raga yang tak mungkin dapat beranjak 
Untuk melawan tirani sang takdir yang masih saja enggan berpihak 
Waktu tak lekang menatap lembut wajah aksara 
Yang mengalir pada hilir telaga maya menuju senja

Rindu pun ku biarkan mengalir seiring arus 
Meski terkadang berputar pada pusaran cemburu bahasa 
Menggelitik rasa tak dapat berkata apa.

Rindu_Sendu 0214

Tidak ada komentar:

Posting Komentar