Kidung malam belumlah selesai mengalun sendu
Ketika temaram bintang menjemput fajar
Mencibir perih kerinduan yang tak terbalas
Pada mega hitam yang merindu rembulan merah
Diatas ayunan telaga warna
Pintal rasa yang kian lama kian mengikat
Erat sejiwa lara terkurung pada egoisnya asa
Rindu sendu...
Mendekap perjalanan sang jiwa kinasih
Merintih lirih saat membuncah rasa pada genggaman jarak
Pada rapuhnya raga yang tak mungkin dapat beranjak
Untuk melawan tirani sang takdir yang masih saja enggan berpihak
Waktu tak lekang menatap lembut wajah aksara
Yang mengalir pada hilir telaga maya menuju senja
Rindu pun ku biarkan mengalir seiring arus
Meski terkadang berputar pada pusaran cemburu bahasa
Menggelitik rasa tak dapat berkata apa.
Rindu_Sendu 0214

Tidak ada komentar:
Posting Komentar