Selasa, 25 Maret 2014

RaguKu

Meragu dalam ruang semu diantara rasa kalbu
Hanya merindukan kisah tentang hatiku
Semua palsu dalam tatapan netraku
Hanya lelah dalam desah lirih pasrah
Mampu melihat dalam gelap saat terlelap
Karena saat terpejam hanya kosong dalam hitam

Bisik malam menikam setiap suara kelam
Hanya jiwaku yang mampu memahami
Setiap rasaku mencatatkan kata dalam setiap rasa yang mulai terpatri
Hatiku mencoba setegar karang disetiap kenangan
Tapi bukan berarti aku tak mampu diterjang
Aku menangis ketika sedih mengiris
Aku terpuruk ketika semua menjadi lapuk
Jika kau ingin tau aku....
Inilah aku,

" aku adalah selembar daun kering yang tersisih
terombang ambing oleh angin kehidupan
lalu terhempas berserakan tek beraturan "

Rindu_Sendu,2014

Ma'af

Rindu_Sendu, 0314

kk,,,
Aku mencintaimu seiring nafasku.
Berharap dapat menyayangimu sampai akhir hidupku.
Aku pun mengharap hal yang sama darimu.
Berharap semua ini takan pernah berakhir.
Berharap kau selalu ada dalam setiap langkahku.

Maaf jika slama ini aku tak selalu mengerti dirimu.
Aku hanya takut kau pergi.

Takut kau hilang dari hidupku.
Karena aku ingin kau jadi yang terakhir di hidupku .
Karena aku membutuhkanmu, kasih sayangmu, perhatianmu,
belaian-belaian lembutmu yang mampu tenangkan hatiku.
Aku ingin kita selalu bersama sekarang, esok dan selamanya.






Penantian Bisu


Bersandar dibatas senja
Menatap langit yang mulai enggan berbicara
Terdiam dalam aksara bisu
Apakah kau juga merasakan kesedihanku?
Duka yang selama ini ada telah lama mengendap
Nyeri yang terdalam tak bisa terbendung lagi

Bagai sembilu yang menggores asa
Kau pergi membawa semua kenangan yang pernah ada
Jauh…
Entah kemana….
Entah pula bersama siapa…
Tinggalkan aku dalam gerbang keyakinan yang semakin lapuk
Aku mulai enggan menanti
Mungkin sebentar lagi ku kan beranjak pergi
Meninggalkan bayangku dalam bias lembayung jingga


Rindu_Sendu , 0314

Rindu Sejiwaku

Wajah langit sendu memendam sebait kerinduan
Pada senja yang tak lagi merah merona
Dingin yang memeluk udara pagi
Melumat raga pada lelah yang terdasar
Rapuhku bersandar pada raga berkalang rasa
Menanti rona jingga yang tak mungkin hadir temani sendunya jiwa sepi
Gelitik hati membuncah rasa pada rindu yang tak terbalas
Tumpah ruah memerah dipangkuan malam
Terpana pada pendar rembulan yang tergantung sempurna diranting kering
Lalu kutitipkan rindu pada ilalang semu
Tentang seluruh rindu sejiwaku untuk bintang yang berasal dari lingkar api
Untukmu yang hadirnya takkan lagi dapat ku sentuh


Rindu_Sendu 0314


Kehilangan


Senin, 17 Maret 2014

Jejak Kenangan

Terbaring raga diperaduan sang malam
Berselimut lembut udara pada kantuk yang tak terbendung
Namun mata harus tetap terjaga
Demi ingatan yang tak ingin terlupakan

Riuh serangga malam
Mengantar gelap meruang temaram bintang

Kembali ku tapaki kenangan silam
Yang tersemat diruang ingatan yang hampir memudar
Ada rindu yang menggelitik dibibir senyum
Terkenang saat bintang hitam kecil yang ingin menjadi besar
Namun pada akhirnya kian lama kian memudar bayang

Seperti kini tapak rinduku yang tak berjejak
Hilang tersapu angin senja dipelataran malam

Rindu_Sendu 0314

Rindu Langit

Ketika hujan berderai sendu
Tatapku terpana pada isak tangis langit
Yang kian lama kian menjadi
Butir bening yang menyentuh udara
Melembab lalu jatuh dalam pelukan bumi yang haus
karena lelahnya terbakar terik sang hari
Seketika daun dipucuk ranting basah oleh air rindu sang hujan 
yang inginkan pelangi senja hadir menyapa
Namun harap hanya sepenggal asa yang tak mungkin nyata
Mega hitam menghalangi disana
Hingga jingga tak mungkin menjadi senja 

Rindu_Sendu 0314

Senja Langit

Mega langit menangis 
Memendam rindu pada senja yang tak merona
Dingin yang memeluk udara sore
Melumat raga pada lelah yang terdasar
Rapuhku bersandar pada raga berkalang rasa
Menanti rona jingga yang tak mungkin hadir temani sendunya jiwa sepi

Jiwa pun menangis sendu
Karena lembayung tak kunjung datang
Menyangga altar langit dibilah barat
Membias rona wajah bidadari senja

Rindu_Sendu 0314

Jumat, 14 Maret 2014

Hilang Asa

Saat bintang datang nampak jelas di awan
Ingin ku menggapai kejora kan ku peluk sungguh
Menghapus duka didiri,tiada lelah ku menanti
Dan kutunggu harapan untuk menggapai cintamu
Namun sampai kapan aku harus begini
Bila cinta harus berkorban
Katakanlah apa yang harus ku korbankan????

Memang hidup ini menyakitkan
Harapan dan semua keinginan terbang menjauh
Tuk tujuan arah yang aku tempuh lenyap sekejap
Surampun aku rasakan dekati langkah langkahku
Sesalku semakin sesak membuat dunia tertawa

Kasih hanya satu pintaku
“ Cintai ruhku selamanya “
Dan berjanjilah untuk menyayangi dan menjaganya
Terima kasih atas apa yang selama ini engkau beri
Aku selalu berharap semoga cinta ku untukmu 
Abadi dalam kehidupan selamanya……


Rindu_Sendu 0314/2014

Nj

 Inikah malam yang kau maksud itu
Hamparan gelap yang bertitik titik terang
Netrapun lekat memandang satu titik disudut remang
Penuh harapan seolah itu kau
Yang ku sadar kini semakin jauh menghilang
Hhhh,
Ku coba salami hati malam ini
Ntah lakh semua semakin semu ku rasakan
Warna itu memudar,
Rasa itu menghambar….
Terkikis oleh pandangan keyakinan yang berbeda
Akhirnya jenuh mu membisu pada satu titik 
Berkedip digulita malam
Lalu menghilang disudut pandang

Rindu_Sendu 0314


Sabtu, 08 Maret 2014

Aku, Rindu dan Sepi


Pucuk pagi merekah disaat fajar menggeser malam
Satu babak kehidupan telah usang ditangan kemarin
Sekarang adalah hari ini dimana kisah baru berawal
Dari perjalanan sepucuk pagi yang kan berakhir ditangan malam
Hanya ada satu yang takkan berakhir
Satu rindu yang menjadi bayangan
Akan selalu sendu...
Sejalan seiring dalam suka dan duka
Tak pernah lepas bergandengan bersama sepi
Terus menjamah hari seperti hangat mentari
Dan dinginnya udara malam hari
Lalu aku akan menjadi sang lakon dari setiap cerita
Yang kau buat disetiap episod jejak sang waktu
Hingga lelah kan memapah diri pada peraduan yang abadi
Hari ini... kemarin... dan esok...
Adalah aku Rindu dan Sepi ku

Rindu_Sendu 0314


Kamis, 06 Maret 2014

Rindu Sendu II

Rindu menggantung dilangit hati tak bertuanSendu terpahat dirona purnama tak sempurnaGontai kaki hilang arah dalam remangMengais rindu pada sendu yang mengering diladang imajiRindu tak bertepiMenanti hingga melahir mimpi pemilik sepiMenjadikan sendu pujaan hatiSejalan seirama arungi bahtera dalam lantunan pujiRindu Sendu mengalun sepiMerobek warna rasa untuk Ilalang SenjaMenggantungnya diujung pusara mayaLalu terdiam dalam kerinduan tak terbalasHingga lelah hati memeluk diri


Rindu_Sendu 0314

Kesatuan


jika dua bisa menjadi Satu
kenapa kau tak menerima kesatuan ruh ini
yang menyusup kedalam ruh mu
jika bumi terus memutar
kenapa kau menolak untuk mengarungi jagad raya bersamaku
setiap kepak helai ku
akan tumbuh bulu keindahan
saat aku merangkul dan membawa mu
terbang tanpa jejak
gapailah tangan ku……
maka kau akan mempercayainya sepenuh hati

Rindu_Sendu 0314



Terkurung Sepi

Biarlah sepi mengurung diri
Dalam seribu tanya yang ada
Biarkan saja serangga malam menjadi temanku
Seakan aku terkunci tanpa dapat dan sempat bertanya

Sejenak ku pandangi batas cakrawala sang surya
Perlahan tinggalkan bayangan
Ada setangkup rasa yang akan tertinggal
Dan mungkin terus tertinggal jauh disana…

Rindu_Sendu 0314 


Rabu, 05 Maret 2014

Tanda Rindu


Rindu Pulang

“ Bawalah aku terbang untuk aku pulang
 Lewat derita dan lewat cinta yang ku hapus 
Dan lewat pucuk rindu yang tak kunjung mekar 
Aku ingin hentikan perjalanan ini 
Bawalah aku terbang untuk dapat pulang 
Kembali dari aroma malam ditanah krontang 
Dari lembar perlembar halaman yang tak mampu ku jelang 
Mendamba dari mimpi tertinggi dipuncak terendah 
Dengan tulisan cerita aku ingin melupakan jalan “

Rindu_Sendu 0314

Selasa, 04 Maret 2014

Rona Sendu


Rasa Rindu

Sepi sekali….
Seperti terjebak dalam dimensi waktu
Hanya suara desir-desir angin
Dan suara butir-butir air yang terjatuh
Dingin dan mencekam….
Suara-suara asing mengusik
Namun ada sesuatu yang lebih mengusik
Sesuatu yang lebih menyesakkan
Menghimpit hingga menjepit
Dan itu sangat menekan
Sangat keras dan dahsyat
Mengalahkan ketakutan
Tak ada lagi ketenangan walau dalam sepi
Meskipun dingin yang menyelimuti
Rasanya hangat dan membara
Yang semakin terasa panas membakar
Menerobos semua yang menghalangi
Sebuah rindu yang tak lagi dapat dibendung.

Rindu_Sendu 0314



Senin, 03 Maret 2014

Bening Hening

Gema haturkan salam sapa
Senandung kerinduan tak terbalas
Dari tanah samarinesti pada jiwa jiwa sepi
Sayu netra menatap pandang kenangan silam
Kisah cinta abadi dalam ruang waktu tanpa jeda menjejak masa
Lalu bergemuruh riuh diatas lelangit senja

Namun kini mega tertelungkup sendu dibatas cakrawala
Yang membiarkan warna memudar ditiup angin barat
Perlahan hilang bias jingga tertelan gelap
Seakan hilang sudah penyangga jiwa dalam raga
Entah berapa banyak tetes bening mengalir dibalik hening
Membisu hadirkan kecewa dibalik senyum topeng usang
Yang siratnya tak mampu lagi dibaca dalam gores aksara
Pada bait bait kerinduan tek terbalas
Diceloteh bisu sang Rindu Sendu
_1403_

Duka d'LAra

Berdiri diatas pijakan bara api dari hati yang tersakiti
Kau yang melindas rasa ku hingga luluh lantah
Melumat segala rindu yang pernah ada
Hingga akhirnya kebencian membuncah diwajah hari
Sadarkah, bahwa sabar ku ini ada batasnya
Tau kah, bahwa sikapmu kali ini mengundang serapahku untuk hidupmu
Rasa sayangku telah musnah terbakar
 duka lara ku
Hingga tinggal sisa bakaranmu menjadi abu
Kan ku larung bersama serapah ku memahit dilidah hari hari mu
Nikmatilah,
Sama seperti aku menikmati duka lara yang kau suguhkan dialtar jiwa
Sebelum kau campakan aku dilembah hina
Sendiri tanpa bahasa membisu warna
Hanya ada hitam yang menjelaga menelan biru
Berbau amis dari luka yang tak mungkin akan mengering
Meski serapahku kering terpanggang amarah sumpah

Rindu_Sendu 1403