Rabu, 28 April 2021

Sunyi & Kopi

Sesunyi inikah menjelma?
Dingin merambah menyebar dalam kabut
Menyatu intim bersama embun... lebur
Menebar jala sepi hingga kepelosok
Gemersik pun enggan bermain dilatar daun kering  

Hah biarlah...
Ini kunikmati dalam celotehku sendiri
Menawan secangkir kopi kental dalam genggaman
yang sesekali bersentuhan dengan kelabu asap rokok
Indahku dalam balut hangat aroma kopi.

@Rindu_Sendu





Pagi

Luluh embun jatuh bergulir
Membasahi alur di telapak daun
Sebelum akhirnya jatuh bergumul dengan tanah
Dan sirna tersapu hangat sinar mentari

Pagi masihlah buta
Ketika sapa hangat terurai diujung jemari
Secangkir hitam kopi tersaji
Seutas senyum terurai menghias

Hhhhm sudah kutetapkan
Biarkan diri duduk menyepi disini
Menutup mata dan telinga
Menikmati lantun rindu yang sedikit menggila

@Rindu_Sendu


 

Musafir

jika sebuah ingatan adalah beban
ingin kugantung di ketinggian malam
menitipkannya pada sang hitam

lalu akan pudar tertiup angin

namun apalah daya
aku hanyalah sang musafir hina
yang tersisih dari pecahan rasa, terusir
tak ada tempat untuk singgah dan bersandar
sekedar melepas lelah di nafas terakhir


@Rindu_Sendu,2021/29-04




 




Minggu, 18 April 2021

Resah

Dengar...
Kidung yang terlantun di pucuk malam
Membawa resah pada iringan awan kelabu
Entah ternoda oleh apa
Hingga sumbang ketika sampai di hati
Sementara sepi tengah merajah risalahnya
Dengan alas bentang malam
Dan mata hanya memandang sendu
Membaca wajah di raut luas cakrawala
Hening pun memapah langkah pada diam

Rindu_Sendu


Batas Kota

Mencoba untuk luangkan sejenak
Melangkah perlahan menuju kota tua
Jelajahi ruang dan waktu
Tempat rasa terangkai di penghujung waktu
Tempat senja berlabuh menanti sejuk peluk
Tempat hati berbaring
diantara sejuta asa yang terpendam
Sejenak waktu seakan tak bergeming
Melukis kisah baru di bentang cakrawala

Ya.. Di kotamu hati berlabuh
Dan enggan berpaling
Terjebak dalam dimensi tak berujung

Rindu_Sendu, 2021/18-04


Selasa, 28 Mei 2019

Qais kepada Lailla

Berbutir manik terberai di lapang medan perang menerik
Lailla...
Ahh... aku si majnun mungkin tak sanggup merobohkan benteng dan gsrbang kokohmu
Tapi aku yakin sajak sajakku sanggup menepis ayunan pedang para pengawal dan gundikmu

Mungkin cinta ini takkan sampai permai
Atau rinduku ini akan terbengkalai
Biarlah bangkai bangkai ini menenang sampai akhir tikai
Karena warasku menerka cinta kita takkan sampai mahligai

Lailla...
Seumpama fajar esok menyingsing di peraduan ufuk  mengembun
Mungkin sampailah hayatku diceritamu yang begitu romansa
Pada kantil dan melati
Aku milikmu malam ini, dan memelukmu sampai pagi
Tapi nanti bila aku pergi...
Tunggu aku disini...

RinduSendu,052019

Kenangan

Kamu menyebutnya cinta
Tak diundang tapi datang begitu saja
Cinta yang menetap di dalam dada
Terpatri tanpa tahu kapan menjadi tiada

Sedang diriku menyebutnya luka
Secarik memori yang pernah kita ciptakan berdua
Ingin ku buang, tanpa pernah ku tanya
Mampukah kita benar-benar menjadi orang asing yang tak lagi bisa menyapa?

Aku bilang, kita tak akan pernah lagi bisa bersama
Karena arah jalan kita yang telah berbeda
Kamu ke selatan, aku ke utara
Kamu ke tenggara, aku ke barat daya

Dan semua yang tercipta akan menjadi memori yang habis dimakan masa
Aku dan kenangan kita, hanya sebuah memori belaka.

RinduSendu,280519
------------------------------
      HUNG OUT