Senin, 17 November 2014

Derita

Malam telah kembali mengunyah rapuh sebongkah hati
Memecah tangis diantara tajamnya kata kata
Sedang isak tak mampu ku hentikan menjelma bisu
Tak lagi ada bahasa yang dapat mewakili ucap
Hingga air telaga hati terkuras dan mengering nanti

Lalu kenapa benang rasa ini dibiarkan ada
Jika pada setiap ujungnya terdapat besi tajam yang mampu membuat luka
Inilah lemah ku yang senantiasa terlindas rasa
Mematri pahit dilidah hidup
Tak ada lengkung senyum digaris hidupku yang tak berakhir pada isak
Mungkin cara ku memintal rasa terlalu hina
Mungkin pula jalanku terlalu kotor
Dan atau karena aku tak layak untuk bahagia

Aku rela jika takkan pernah ada senyum tulus bahagia untukku
Namun jangan biarkan ada luka yang akan terus membingkai rasa
Yang tercipta dari tajamnya lidah bahasa


Rindu_Sendu,18/11/2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar