Kamis, 06 Maret 2014

Terkurung Sepi

Biarlah sepi mengurung diri
Dalam seribu tanya yang ada
Biarkan saja serangga malam menjadi temanku
Seakan aku terkunci tanpa dapat dan sempat bertanya

Sejenak ku pandangi batas cakrawala sang surya
Perlahan tinggalkan bayangan
Ada setangkup rasa yang akan tertinggal
Dan mungkin terus tertinggal jauh disana…

Rindu_Sendu 0314 


Rabu, 05 Maret 2014

Tanda Rindu


Rindu Pulang

“ Bawalah aku terbang untuk aku pulang
 Lewat derita dan lewat cinta yang ku hapus 
Dan lewat pucuk rindu yang tak kunjung mekar 
Aku ingin hentikan perjalanan ini 
Bawalah aku terbang untuk dapat pulang 
Kembali dari aroma malam ditanah krontang 
Dari lembar perlembar halaman yang tak mampu ku jelang 
Mendamba dari mimpi tertinggi dipuncak terendah 
Dengan tulisan cerita aku ingin melupakan jalan “

Rindu_Sendu 0314

Selasa, 04 Maret 2014

Rona Sendu


Rasa Rindu

Sepi sekali….
Seperti terjebak dalam dimensi waktu
Hanya suara desir-desir angin
Dan suara butir-butir air yang terjatuh
Dingin dan mencekam….
Suara-suara asing mengusik
Namun ada sesuatu yang lebih mengusik
Sesuatu yang lebih menyesakkan
Menghimpit hingga menjepit
Dan itu sangat menekan
Sangat keras dan dahsyat
Mengalahkan ketakutan
Tak ada lagi ketenangan walau dalam sepi
Meskipun dingin yang menyelimuti
Rasanya hangat dan membara
Yang semakin terasa panas membakar
Menerobos semua yang menghalangi
Sebuah rindu yang tak lagi dapat dibendung.

Rindu_Sendu 0314



Senin, 03 Maret 2014

Bening Hening

Gema haturkan salam sapa
Senandung kerinduan tak terbalas
Dari tanah samarinesti pada jiwa jiwa sepi
Sayu netra menatap pandang kenangan silam
Kisah cinta abadi dalam ruang waktu tanpa jeda menjejak masa
Lalu bergemuruh riuh diatas lelangit senja

Namun kini mega tertelungkup sendu dibatas cakrawala
Yang membiarkan warna memudar ditiup angin barat
Perlahan hilang bias jingga tertelan gelap
Seakan hilang sudah penyangga jiwa dalam raga
Entah berapa banyak tetes bening mengalir dibalik hening
Membisu hadirkan kecewa dibalik senyum topeng usang
Yang siratnya tak mampu lagi dibaca dalam gores aksara
Pada bait bait kerinduan tek terbalas
Diceloteh bisu sang Rindu Sendu
_1403_

Duka d'LAra

Berdiri diatas pijakan bara api dari hati yang tersakiti
Kau yang melindas rasa ku hingga luluh lantah
Melumat segala rindu yang pernah ada
Hingga akhirnya kebencian membuncah diwajah hari
Sadarkah, bahwa sabar ku ini ada batasnya
Tau kah, bahwa sikapmu kali ini mengundang serapahku untuk hidupmu
Rasa sayangku telah musnah terbakar
 duka lara ku
Hingga tinggal sisa bakaranmu menjadi abu
Kan ku larung bersama serapah ku memahit dilidah hari hari mu
Nikmatilah,
Sama seperti aku menikmati duka lara yang kau suguhkan dialtar jiwa
Sebelum kau campakan aku dilembah hina
Sendiri tanpa bahasa membisu warna
Hanya ada hitam yang menjelaga menelan biru
Berbau amis dari luka yang tak mungkin akan mengering
Meski serapahku kering terpanggang amarah sumpah

Rindu_Sendu 1403