Sabtu, 07 Juli 2018

KeAKUanku

Aku siapa?
Siapa aku?
Aku adaLAh aku(ku)
Dan ketika aku bukanLAh aku 
Aku siapa?
Aku(ku)
Aku bias senja 
Aku bintang hitam
Aku lengkung sabit diLAngit keLAm
Dan ketika aku bukan aku
Aku siapa?
Aku tetes embun direranting pohon
Aku rumput liar, sang ilaLAng
Aku dedaun kering
Aku hijau aku(ku)
Dan ketika aku bukan LAgi aku
Siapa aku?
Aku kunang-kunang 
Aku asu yang menyaLAk jalang
Aku(ku)
Tapi ketika aku bukanLAh aku
Siapa aku?
Aku siapa?
.............
Aku luka
LAra

RinduSendu,072018

Muak

Debu
Angin
Hujan..
Tolong kali ini semua jangan hampiriku..
Aku ingin reda di udara kosong, meski liuk Cahya mulai mengembun disana.
Sejejak tadi bius aroma mengabu berbisik resah padaku
Hujan benamkan, mengosongkan sisa pilu
Adaku seperti debu dan buih tak pasti laman imajiku terbunuh mati seketika
Aku bosan dihujan!!
Aku bosan cederai rasa atas kemilau entah yang semakin terpuruk ku
Kilas mimpi yang membelah ingin dan hasrat sisakan sepi
Aku ingin sendiri disini..
Aku lelah..
Dan aku tak mau lagi resah yang tak kumengerti..
Aku lelah..
Kumohon..
Biar rangkaian ini kunikmati sendiri...

Rindu Sendu,080718

Rabu, 27 Juni 2018

Pasrah

Aku sudah tak mampu lagi melihat
Aku sudah lelah mendengar
Untuk kepulan ingatan yang membusuk
Aku terhempas dipojokan ruang

Salahku berdiri
Salahku mengecap
Salahku menimang
Buaiku seakan menusukku

Mukaku hitam..
Coreng berbelang..

Berpuas aku mencari dan terus mencari
Hampir muakku mencari..
Titik nadir seperti terus menghantui
Dan semestinya langkah terhenti dirimu yang merupa wujud pintaku..

AKU LELAH..
AKU KALAH..!!
Dan aku melemah..

RinduSendu,062018

Luka(Senja)

Kembali pada hening
Terang meredup di ujung senja
Bias warna serupa bianglala perlahan memudar
Rinai hujan kian rapat menghujan
Ciptakan tirai pekat penghalang pandang
Sesaat lambaian tanganmu menggores pedih
Pudar sudah dian harapan yang ku tata bersama mimpi
Hati lantak menyerpih serupa debu
Getir rasa mengecap lidah
Membeku terkulum tak berkata
Di sini
Masih memintal benang rindu yang mengusut sudah
Air mata yang tergenang telah menganak sungai
Mengalir dan jatuh mengadu tanya pada bumi
Kemudian sirna tak terjawab sudah
Ku tatap bias sendu membiru
Bucah duka terlukis di tiap sudut
Hilang sudah nyanyian penyejuk sukma
Tinggalkan kidung yang kerap ku dekap di gubuk hati
Sisakan kenangan yang terus ku hitung hingga akhir


RinduSendu,062018

Mimpi

Gemerisik pasir pantai berdesir tersibak gelombang
Sepoi angin meliuk menerbangkan dedaun yang sempat terhempas
Gesek ranting nyiur bawakan kidung dengan simfoni mengalun sendu
Dan mentari merendah mengecup bumi
Sementara raga tegak tak bergeming
Memandang jauh ke sudut timur
Sisa sinar surya menempa ciptakan bayang kemasan
Hai kau yang di sana
Adakah kau lihat...
Mentari tengah mencumbu bumi
Lahirkan senja yang berteduh di binar lembayung
Yang sekejap kemudian akan tenggelam dalam pelukan malam
Dan sabit bersiap menjaganya
Hai kau yang di sana...
Apakah kau rindukan senja ?
Seperti aku yang rindu kamu


RinduSendu,280618

Keping Hati

1hati...
2 hati...
3hati....
Masih ku punguti keping hati yang hancur di jelaga
Sisa pembakaran semalam
Sebagian hancur berkeping
Sebagian legam menghitam

4 hati....
5 hati....
6 hati....
Entah, sampai kapan bibir ini mengeja nama mu
Sementara getir tersaji di cawan pagi
Tak beraroma namun sesakan dada

7 hati...
8 hati...
9 hati...
Takkan ku salahkan diri tercampakan
Terpuruk diantara kubangan menghitam
Sementara sakit yang menusuk merejam tak berdarah

10 hati....
....
....
....

RinduSendu,062018

Selasa, 19 Juni 2018

Lembah Sunyi

Sendang kasih telaga biru
Tempat hati melarung rindu
Terbawa riak hilang arah
Mengapung sesaat kemudian melaju di larung gelombang
Sendang kasih telaga biru
Tempat raga larut kedalam dingin
Bekukan resah yang terperangkap di ujung hati
Wahai rindu
Maaf jika rasa membuat nalar tertutup
Maaf jika dingin telaga tak mampu meredam sekam di dada
Hingga gelisah terus saja menggelayut lorong hati
Wahai rindu...
Dulu resah ini milikmu
Hingga seribu tanya yang tak mampu ku jabarkan menjadi benteng pemisah
Dan sekarang resah ini milikku
Hingga tiap rasa harus merejam menusuk tembus di hati
Mungkin ini lah sejatinya wujud cinta

Rindu Sendu,270618