Rabu, 27 Juni 2018

Pasrah

Aku sudah tak mampu lagi melihat
Aku sudah lelah mendengar
Untuk kepulan ingatan yang membusuk
Aku terhempas dipojokan ruang

Salahku berdiri
Salahku mengecap
Salahku menimang
Buaiku seakan menusukku

Mukaku hitam..
Coreng berbelang..

Berpuas aku mencari dan terus mencari
Hampir muakku mencari..
Titik nadir seperti terus menghantui
Dan semestinya langkah terhenti dirimu yang merupa wujud pintaku..

AKU LELAH..
AKU KALAH..!!
Dan aku melemah..

RinduSendu,062018

Luka(Senja)

Kembali pada hening
Terang meredup di ujung senja
Bias warna serupa bianglala perlahan memudar
Rinai hujan kian rapat menghujan
Ciptakan tirai pekat penghalang pandang
Sesaat lambaian tanganmu menggores pedih
Pudar sudah dian harapan yang ku tata bersama mimpi
Hati lantak menyerpih serupa debu
Getir rasa mengecap lidah
Membeku terkulum tak berkata
Di sini
Masih memintal benang rindu yang mengusut sudah
Air mata yang tergenang telah menganak sungai
Mengalir dan jatuh mengadu tanya pada bumi
Kemudian sirna tak terjawab sudah
Ku tatap bias sendu membiru
Bucah duka terlukis di tiap sudut
Hilang sudah nyanyian penyejuk sukma
Tinggalkan kidung yang kerap ku dekap di gubuk hati
Sisakan kenangan yang terus ku hitung hingga akhir


RinduSendu,062018

Mimpi

Gemerisik pasir pantai berdesir tersibak gelombang
Sepoi angin meliuk menerbangkan dedaun yang sempat terhempas
Gesek ranting nyiur bawakan kidung dengan simfoni mengalun sendu
Dan mentari merendah mengecup bumi
Sementara raga tegak tak bergeming
Memandang jauh ke sudut timur
Sisa sinar surya menempa ciptakan bayang kemasan
Hai kau yang di sana
Adakah kau lihat...
Mentari tengah mencumbu bumi
Lahirkan senja yang berteduh di binar lembayung
Yang sekejap kemudian akan tenggelam dalam pelukan malam
Dan sabit bersiap menjaganya
Hai kau yang di sana...
Apakah kau rindukan senja ?
Seperti aku yang rindu kamu


RinduSendu,280618

Keping Hati

1hati...
2 hati...
3hati....
Masih ku punguti keping hati yang hancur di jelaga
Sisa pembakaran semalam
Sebagian hancur berkeping
Sebagian legam menghitam

4 hati....
5 hati....
6 hati....
Entah, sampai kapan bibir ini mengeja nama mu
Sementara getir tersaji di cawan pagi
Tak beraroma namun sesakan dada

7 hati...
8 hati...
9 hati...
Takkan ku salahkan diri tercampakan
Terpuruk diantara kubangan menghitam
Sementara sakit yang menusuk merejam tak berdarah

10 hati....
....
....
....

RinduSendu,062018

Selasa, 19 Juni 2018

Lembah Sunyi

Sendang kasih telaga biru
Tempat hati melarung rindu
Terbawa riak hilang arah
Mengapung sesaat kemudian melaju di larung gelombang
Sendang kasih telaga biru
Tempat raga larut kedalam dingin
Bekukan resah yang terperangkap di ujung hati
Wahai rindu
Maaf jika rasa membuat nalar tertutup
Maaf jika dingin telaga tak mampu meredam sekam di dada
Hingga gelisah terus saja menggelayut lorong hati
Wahai rindu...
Dulu resah ini milikmu
Hingga seribu tanya yang tak mampu ku jabarkan menjadi benteng pemisah
Dan sekarang resah ini milikku
Hingga tiap rasa harus merejam menusuk tembus di hati
Mungkin ini lah sejatinya wujud cinta

Rindu Sendu,270618

Rabu, 13 Juni 2018

AKU


Aku masih setia disini,
Berdiri mengeja warna lembayung yang aku namai senja
Menggenggam sisa-sisa harapan yang kian kikis
Lihatlah aku tak takut akan sepi,
Tetap disini, melukis warna di langit hati
Meski sebentar lagi gelap merenggut segala

Nanti jika netra tak lagi sanggup mengeja
Saat jemari tak dapat menyentuh rasa,
Hati memucat tak lagi berwarna
Dan kaki tak juga mampu menyangga
Saat itulah puncak dari segala keakuanku
Titik balik dari tawa jumawaku
Aku bertaruh rindu yang bukan aku

Tanpa keluh
Tersungkur bersimpuh
Membudak rela
Mencumbu luka
Perlahan aku tiada.

RinduSendu,062018

Senin, 11 Juni 2018

Luka

Ini bualan malam...
Mengalir di tarian canting
Memuja hening meriap tenun kasar buta pagi
Bukan seperti hujan...
Kepulangan nada, hitam dan diam tak percaya
Cahaya padam terhina gemerlap
Aku biru...
Lebam tersulut debu
Buas ku dimangsa waktu lalai
Puasku tenggelam dibuaian
Berkelok jalan hidup,
Tak berujung...
Ditepian hanya jurang abadi
Aku memuja api yang membakarku
Mengabu debu
Berpuas diterkam keramaian yang sunyi
Diam, diam, dan hanya terdiam
Aku bisu tercekik dingin
Dan aku terbuang
Tak kumengerti sajak
Semua semu

Rindu_Sendu, 110618