Jumat, 01 Juni 2018

Rasa Hati

Kupandangi kemuning dedaun di balik cermin
ketika riuh berceloteh bersama angin
sesekali menari mengikuti irama yang di hembus
kemudian larut terbawa waktu
Disini,
tetap bertahan memandang
seraup getir kerap hadir menjamah hati
namun lidah tak mampu mengucap baris kata
Hanya rindu yang kerap mengalir
tertampung dalam bejana retak
entah akan mengalir kemana
atau terus tertampung hingga masa tak berakhir
Rindu Sendu,010618

Kamis, 29 Maret 2018

Rin(du)


Sepi...
Kau, mungkin telah membusuk
Tapi tidak lebih busuk dari penyamun itu
Suci cintamu
Pedih deritamu

Berat memikul dunia
Malu menyandang nama
Iblis bertopeng cinta
Maut terperangkap asmara

Kau, tinggal kenangan
Pahit kekecewaan
Memberi seribu teladan
Kau, mewangi sepanjang hari
Mekar dalam ingatan.

RinduSendu,290318

Rabu, 21 Maret 2018

Kosong

Ingatan kini bertanya
Pada masanya yang pernah mesra
Pada lengangnya jalan diujung sepi
Kemanakah langkah-langkah kaki yang beriring seiring?
Yang ayunan langkahnya berirama harmoni ritmis,
Manis....

Akhhhhhh
Ternyata tak lagi ada yang seperti itu adanya
Hanya sepanjang jalan kenangan berdebu,
Usang!!!
Tak lagi adamu

RinduSendu,032018






Senja Barat


Dalam keusai sudahanpun aku masih mencoba
Sedikit melukis puing
Kisah kesah diudara
Mengalung layangkan bait serta
Menghembuskan desah imaginer
Entah itu melukis tentang keindahan
Sebuah nama, semisal embun, rembulan atau namamu mungkin....

Tentang senja,
Aku enggan menyebut namaku
Disini, disana atau dimana-mana
Untuk melihatku nanti
Kau cukup kunjungi saja rebah desahku diujung barat
Sosok yang menepi
Yang selalu menggantungkan salamnya pada langit
Yang saganya memerah
Sosok yang sunyi,
Yang selalu duduk berpangku termangu
Dan menua bersama senja
Itu aku.

RinduSendu,032018

Ampas Kopi


Kunikmati,
Secangkir kopi penuh resah membuih gelisah
Seteguk rasa menapak gamang
Mengalir rasa bak melewati enam purnama merindu
Tertata sendu yang menguasai sudah
Lagi seteguk dan kuteguk lagi
Sesap manispun menjamah kenang
Berakhir meninggalkanku disehening cangkir
Yang perlahan mulai habis mengosong isi, hampa

Tau kah kau?
Disetiap seduh usai
Pun selalu tertinggal
Menyisa ampas mengukir nama,,,
Kopi-kopiku selalu mengingat tentang masa lalu
Dan juga rindu nan sendu

RinduSendu,22032018


Jumat, 16 Februari 2018

Aku

Mungkin aku bukan manusia seperti kamu,
kalian dan mereka
yang terbiasa selalu membiasakan,
memanusiawikan manusia
mungkin
aku juga bukan makhluk (so)sial
berpura tertawa binal
berbicara bak dewa(sa) muntah setelahnya
munafik..!
persetan dengan sebutan baik..!
persetan dengan kata kata suka
suka suka yang dusta
dosa yang lumrah
parah
mungkin aku sebangsa(t) debu di mata yang abu
atau mungkin aku sebangsa(t) parasit
sewaktu waktu menggigit hingga kalian menjauh
menyudut tatapan acuh lalu meludah merangkai serapah

dan aku tertawa mengangkasa
berulang syukur tertelan
karena tak menjadi kalian.
RinduSendu,022018

Rupa(Rupa)

Rupa Rupa ..
Hitam putih ..
Rima tumpang tindih ..
Asa adalah hiasan rasa ..

Rupa Rupa ..
Lepas kapal nahkoda ..
Dari pantai menuju samudra ..
Debur ombak mendesak ..
Bhayu menghempas berarak. ..
Terkadang tenang penuh kasih ..
Rindu di cumbu sunyi ..
Tempat jiwa jiwa letih ..
Selepas liar meringkih ..

Aku dan kalian ..
Hari ini kawan ..
Esok siapa tahu. ..
Ada rencana baku ..

RinduSendu,17022018