Selasa, 16 Januari 2018

keLAna senja

Ku pandangi wajah langit di bilah senja
Sendu mengalir hangat menyusuri lekuk pipi
Tertoreh sakit menodai rindu
Dan raga terbaring menatap kosong

Masih ku genggam
Setitik rasa yang terkubur sunyi
Menebar jala membentuk wajah remang 
Tersulam di wajah senja
Rindu yang tertutup tirai sepi

Aku masih terbaring di sini
Merajah sepi di daun kering


Rindu_Sendu,160118

Senja

Aku masih menanti di ujung waktu
Saat waktu terhenti di rongga sudut sang waktu
Wajah bumi pun merona memerah kemasan
Saat kecup mentari menyentuh bibir senja
Aku masih menanti di sini
Meramu rindu di akhir waktu
Merajah sebait nama di wajah senja
Hingga rindu tertumpah di kubangan rasa
Dan bibir melafaz namamu
Senja.....

Rindu_Sendu, 160118

Sabtu, 09 September 2017

Sebuah Nama

Kini,
Langkah terhenti di tepian waktu
Menatap sepi di sudut remang sunyi
Tubuh perlahan memudar berpadu udara
Desah nafas terpenggal gelisah
Di ujung akhir rasa masih saja bertaut menanti

Hati, tak akan berhenti merajut rindu
Ketika tubuh memudar terhempas sepi
Kau selalu nyata dalam pelukan
Hingga ujung nafas namamu terkecap di ujung bibir.

Rindu_Sendu,09/09/17

Jumat, 18 Agustus 2017

MERdEKA

MER(D)EKA
Mer(d)eka itu mereka
Yang manis manis berhati kolonialis,

Yang bengis bengis berotak kapitalis; iblis
Alam sedikit sedikit dikikis tipis
Minyak, air, tanah, batu ditilep habis
Mer(d)eka itu mereka
Yang Jancuk, yang duduk-duduk harta bertumpuk
Yang Tikus, yang makan rakus rakus hati nurani diberangus
Yang Asu, yang asal janji janji melulu tapi palsu
Yang Bodat, yang ngakunya jujur bermartabat tapi penjahat
Yang tahi, yang berdasi, yang menjajah bangsanya sendiri
Si miskin dikadalin
Si kaya yang merdeka tertawa-tawa

Jelata menderita
Mereka yang merdeka berpura rupa
Si miskin tepar, busung lapar

Si kaya merdeka, busung dada
Jelata tinggal belulang
Mereka yang merdeka saling bersulang
Mer(d)eka itu mereka
Kurap yang korup
Pemerkosa, pengkhianat, pemeras saudara saudara sebangsa
Ya, mer(d)eka itu mereka
Tanpa peduli, tanpa nurani, tanpa empati,tanpa 'D'
RI, 72th

Senin, 07 Agustus 2017

Kau

Gemersikmu mengirama syahdu
Menelisik jauh ke kedalaman hati
Mengoyak sepi dengan syair-syair merdu
Semanis madu wajahmu menari gemulai
Menghipnotis netra
Meracuni ingatan
Ahh Tuan,
Gemersikmu memagut hatiku
Tak kuasa hasratku memeluk
Hingga rindu kian membiru

Rindu_Sendu,082017

Cinta


Aku cinta kau,
sejak saat itu
kubiarkan perasaanku tunduk
pada satu namamu
Jangan membisu!
karena pada diammu
aku rewel meneriakkan rindu

Apa kau tahu?
untuk setiap hal
yang kumaknai sebagai cinta
Kau adalah sebenar-benarnya alasan
untukku tetap tinggal dan bertahan.

Rindu_Sendu,082017


Silent Quet

Ialah kita,
Sepasang asing yang keliru dipertemukan cinta
Hingga pada akhirnya
Hanya melukai antara satu dengan yang lainnya
Lalu menjadi sepasang genggam,
Saling merenggang
Melambai pelan mengucap salam perpisahan

Jika dalam sepimu kau rindukan aku,
Aku sudah lebih dulu sepi
Tiap kali ingatan merindumu
Dan pada akhirnya
Aku hanya menjadi satu kenang
Yang pernah mengecup lembut keningmu,
Simpan aku dalam sebaik-baik ingatanmu.

Rindu_Sendu, 070817