Kamis, 08 Oktober 2015

Q'ta & Senja

Pada ruas ujung senja
Kulukis aksara penabuh rindu
Walau raga terperangkap antara waktu dan jarak
Di ujung senjalah rasa tertumpah
Menabur benih kasih di hembusan angin
Serupa camar yang kembali ke peraduannya

Lihatlah,
Langit memerah saga
Redup cahaya mengundang hening
Tempat mata terlena menanam pesona
Dan hatipun kian berlabuh jauh di hamparan rasa

Dengarlah,
Ketika bisik angin memainkan lagu sendu
Yang tersampaikan pada dedaun kering
Hingga luluh melayang mengecup bumi

Dan kitapun makin terlena menghantar senja yang kian memudar
Berpulang di pelukan malam.

Rindu_Sendu 081015

Jumat, 31 Juli 2015


Kisah Senja

Hari menjelang senja
Saat kita masih terduduk di rindang teduh beringin
Mata menyapu cakrawala
Memandang hamparan langit yang perlahan memerah tembaga
Sesekali gumpalan noktah mega melukis bentuk imaginasi

Sesekali senyum terlukis di paras 
Tipis menyimpul memaknai ujung waktu
Hangat perlahan menjalari raga yang tengah menggigil rindu
Hingga sujuk menyeruak hadir

Ada rasa yang enggan terlukis
Ketika jemari saling bersentuhan
Menggenggam secuil rasa yang kian tumbuh 
Merajai hati dan pikir

Senjaku,
Adakah rasa saling bertautan ?

Rindu_Sendu, 082015

Selasa, 28 Juli 2015

Senja

Rebahlah hati di pangkuan senja
Kala para malam berebut menutup matahari
Rendam rindu di telaga hening
Di mana sejuk 'kan membasuh dahaga dari sisa hati yang meradang
Lihat,
Biarkan mata terbuka dan menjadi saksi
Saat matahari berlabuh di penghujung waktu
Dimana bunga menutup putik dengan kelopak untuk tertidur
Dan kepak camar berebut kembali pada peraduannya
Disanalah,
Ada hening yang meresap
Namun hangat memeluk raga
Dan kau ku panggil senja
Rindu_Sendu,280715

Dari dan Untuk Senja

Padamu Senja,
Telah tertambatkan sebening kristal
Senbentuk rasa yang terangkum dalam hikayat malam
Dan,
Ketika papar bias mengecup tepian bumi
Maka rasa terkulai di dekapan senja
Memeluk hening di tengah keramaian

Padamu senja,
Telah ku tiup nafas hangat di ujung rasa
Mengitari mimpi yang enggan kembali pulang
Hanya bersanding di irama sunyi sang senja
Bersamamu

Rindu_Sendu,072015

Sabtu, 20 Juni 2015

Gersang

Hening kini tercipta,
Meski gemuruh angin mengguncang semesta,
Tak lagi terdengar merdu gemersik dedaun kering
Ketika ranting menanti bulir embun dari sisa gerimis,
Semua seakan terpaku di bumi tandus berkarat debu
Gersang menjamah dipenghujung juni
Hilang kesejukan pada rona jingga diraut senja
Dan aku kembali tertunduk tak bergeming,
Dalam desah penantian tanpa mengenal jeda
Mencari akhir digulir waktu yang semakin menghimpit.

Rindu_Sendu,062015



Pecahan Rasa

Dan tangispun kembali pecah dalam keheningan,
Mengalir air mata menjadi sungai dikaki langit hati,
Membasuh segenap derita yang tercarut marut duka,
Lara... membungkus raga...
Sedang kebisuan menjadi saksi ketika asa terbaring lunglai
diranjang tua penyangga sukma.

Seiring rebah ilalang dihadapan senja
Hilang teduh dalam hati terganti derita,
Akupun kembali menutup mata atas pecahan rasa yang kini ada,
Hingga nanti saatnya tiba.. 
Untuk jingga kembali merona diwajah senja 
peneduh jiwa sang lara.

Rindu_Sendu,210615