Minggu, 06 Juli 2014

Sendu


Ku lepas kau sepenuhnya...
Kau dengan segala kelembutan 
Pemilik hati aksara sendu,
Tak seharusnya aku menginginkan mu 
Seperti kemarin aku mengekang mu.
Hhuufft, 
Jadilah bait syair terindah dideretan aksara pujangga
Bersama ku kau hanya menjadi sampah tak guna
Aku cukup melihat dan merindumu diam diam
Pergilah menjadi indah dari yang terindah
Kenangan itu kan ku bawa hingga waktu tak merindu ku
Jaga sayap mu...
cukup sayap patah itu aku.

Rindu_Sendu, 2014


Semusim

Semusim telah berlalu,
Musim dimana bunga bunga cinta bermekaran
Terbang berguguran bersama angin
Musim dimana kau berjanji  menjaga hati untukku

Kini,
Satu musim telah berganti
Bukan seperti apa mau mu, atau juga seperti mau ku
Musim dimana kata membeku dalam bisu
Kelu...  menyisakan sepucuk gigil disudut hati
Hingga kau tak akan pernah tau
Seperti apa sebenarnya mau ku,
Seperti apa rasa sepeninggal musim lalu

Dan aku akan menikmati musim ini bersama sepi ku
Mengenangmu sebagai butiran dingin
Aku akan disini...
Seperti janjiku yang akan selalu melihatmu
Berjalan didepanku...
Melewati berbagai musim dengan orang terdekatmu.

Tak perlu kau tengok lagi musim lalu
Dimana ada setangkup lara
Yang terlahir dari ego yang mengekang
Tersenyumlah bersama nya
Hingga musim bunga cinta kembali hadir untukmu dan dia

Rindu_Sendu , 060714


Selasa, 01 Juli 2014

Sekarat


Sampai pada puncak terendah titik nyeri
Dimana kata menggores perih pada sekelumit luka usang
Tak lagi ada harmoni yang harus dipercaya 
Karena sepoi angin pun tak pernah nyata 
Cukup sudah luahan kata yang kau jadikan serangkaian nada
Hanya terdengar fals digendang telinga
Lelah hati ku rasa
Sudahi saja epilog kita
Dan dalam senyum kali ini ada hati yang pelan-pelan mati.

Rindu_Sendu , 2014

Malam


Ini malamku yang masih saja enggan terlelap 
Meski dingin memeluk mesra dalam rintik gerimis
Gigil yang menjamah ringkih raga 
Menusuk pori mencarut marut sumsum tulang tulang ku
Kau adalah epidemi kekacauan yang mengakar diurat logika
Yang hadirkan cemburu hingga mencinta buta
Kau menjadikan sumber air bahagia ataupun mata dusta
Ini adalah malamku dimana masih saja hati enggan mengatup mata
Gemersik gelisah yang senantiasa terdengar dibatas logika.

Rindu_Sendu , 0714

Catatan Kecil


Langkah kaki ku terhenti dipersimpangan 
Mulai mengeja rasi biduk dijelaga malam
Mungkin sudah saatnya memutar jejak langkah pada arah
Kembali mencari empat pilar yang belum sempat ku temukan
Mimpi mimpi itu kembali menjadi bayangan
Disaat mata terpejam ruh terpisah dari raga rapuh
Berjalan mengitari waktu
Telunjuk menjadi penunjuk
Titah bungkam dari kata yang tak dapat terlisan
 Bayanganpun memutih dihadapan diri
Mengharap hijau menjadi payung sejati

Langit masih gelap saat kesadaranku kembali membuka mata
Mencari kembali makna mimpi yang tersemat 
Namun buntu jalan pikir tertambat pada gemerlap
Hingga hilang jejak memudar bayang pada cahaya yang meruang
Menyisakan asa pada ringkih jiwa tak bertulang
Lalu hilang dipenghujung malam bersama fajar

Rindu_Sendu, 0714


Janji

Ketika janji hati dipertanyakan
Elak kata berhamburan
Layak debu tertiup angin jalanan, pengap...
Andai cinta tak terlanjur bersemi
Nadzar tak terucap janji
Akankah kau tetap disini temani sepinya hati
Saat sapamu mendayu sendu sang maha rindu
Elus rasa dititian kalbu
Nyatakan ilusi pada sebait kata tak berkutip
Jamah tiap jengkal cinta dengan bahasa, santun...
Apakah akan tetap terasa andai hidup berhenti memutar waktu
Ketika saatnya nanti aku lenyap bersama sepi
Usaikan cerita sepenggal janji.

Rindu_Sendu , 2014

Selingkuh Dingin