Selasa, 01 Juli 2014

Gerimis Pagi


Hilang semua kata
Semua kalimat Semua makna
Tak mengalir lg jiwa dalam pena
Yang ada hanya kosong
Seakan jauh kata dari arti
Hanya pena tak bertinta
Wahai ruh
Kemana perginya
Mata tak lg melihat
Telinga tak mendengar
Rasa tak merasa
Hidung tak mencium
Menjadi sia-sia kertas putih
Diselimuti dingin
Terbakar panas
Hinga berlumut dan tertutup debu
Semakin hari semakin berkarat
Lapuk dimakan sang waktu
Wahai ruh dari pena
Kembali lah 
Buat lah kata menjadi kalimat
Hinga semua berarti
Wahai air yg jatuh dari langit
Ketika malam berganti
Bawalah kembàli ruh pena
Dan jadikan semua ini bermakna

Rindu_Sendu , 2014




Warna Rindu'ku

Ini bukan puisi aksara hati kk,
Hanya sekedar bisik hati yang selalu terdengar gundah.

Seiring langkah angin sore ini...
Gemerisik lirih menerpa daun diantara ranting ranting kering,
Khayal pikirku membumbung tinggi menyentuh cakrawala,
Tentangmu....
Aku tak mampu memupus angan,
Kau anggrek terindah dalam hidupku...
Yang tak layu meski aku dengan lemahku,
Terlupa akan ada mu.

Inilah aku,
Rindu ini sewarna angin,
Untuk mu tak berubah arah,
Meski berputar di empat penjuru,
Rindu ku milik mu...
Tetap untuk mu,
Meski tak terlihat namun masih berasa,
Seperti keindahan yang hampa dengan satu warna,
Bening seperti udara lembut seperti embun dipucuk daun,
itu aku dan warna rindu ku...
Untuk mu.

Rindu_Sendu , 0714

Dia diSelembar Mimpi


Malam malam yang mengikat tabir mimpi kembali hadir,
Semakin terasa begitu nyata...
Dia hadir dalam selembar mimpi yang membuatku terjaga dari lena malam,
Jelas ku lihat raut wajah sendu itu begitu teduh, tanpa kata...
Lelaki awan yang pernah memberiku setangkai mawar merah,
Menjadi kekasih hati dalam sekejap lalu hilang diangkasa,
Kini dia ku temui dalam sudut imajinasi malam,

Masih saja hati ini bergetar ketika melihatnya,
Masih saja darah berdesir tiap kali ku cium jabat tangannya,
Meski itu dalam mimpi...
Membuatku gila saat melihat jauh kedasar pandangan matanya,
Ada rasa tersembunyi disana yang memunafikan takdir,
Begitu nyata semalam tadi,
Meski nyata dalam mimpi...

Sejenak ku bernikan kaki melangkah keluar mecari gelap dilangit malam,
Ku temukan Bintang Hitam masih terjaga disana,
Iya.... bintang hitam hitam,
Disanalah takdir kami,
Dia yang takkan pernah ku miliki,
Namun kami terikat dalam satu ucap ikatan janji, 
Kembali mengayun hati dipangkuan rindu,
Yang hadir sesaat dalam selembar mimpi.

Rindu_Sendu,0714


- Keindahan Sesaat -

Telah ku tinggalkan rasa untukmu dipelataran senja
Bersama setangkai bunga mawar merah tanpa duri
Untukmu ku sulam keindahan rasa itu sebagai persembahan
Tanda rasaku pernah hangat oleh hadirnya dirimu
Kau yang pernah bertahta di sisi terang hati ini
Debar kasih mengikat erat mengurat nadi

Kini....
Tak mengapa jika kau lelah bersamaku mengayun asmara 
Kau tinggalkan aku sendiri pun aku ikhlas
Biar sepi kembali mengurungku dalam lembah kesunyian
Bersama patahan sayap yang mungkin takkan pernah pulih
Pergilah...
Jumpai kasih hatimu yang selama ini kau tinggalkan 
Hanya karena iba mu melihat terpurukku mengerang nyeri

Aku akan tinggal bersama bayang bayang bias senja
Perlahan mengenangmu
Hingga kenangan itu menghilang diujung waktu
Dan akan ku katakan pada esok bahwa kau adalah keindahan sesaat
Yang dikirimkan Tuhan untukku dihari kemarin.

Rindu_Sendu , 0714

Kamis, 15 Mei 2014

Senja Sunyi


Kini jingkrak angin senja tak lagi terasa 
Hampalah yang menjadi sekat 
Diantara rindu dan kebencian yang saling berpagutan
Memadu kasih pada ilusi rasa
Yang sekejappun tak pernah mengenal nyata
Dan ketika senja menghilang pada dekap malam
Resah tertumpu pada hati yang kian memudar warna
Pada bilah ego yang semakin lama membuat bayang hilang disudut pandang
Hampa...
Heningpun kembali mencekam
Menyetubuhi sunyi 

Rindu_Sendu, 0514

Sabtu, 26 April 2014

Penantian


Coretan Malam

Sejenak ku pandangi cakrawala sunyi
Enggan rasanya ku berpaling pandang dari mega hitam diatas sana
Nampak jelas keindahan dibalik mendung yang tak juga turun menjadi hujan
Janji langit tak lagi ditepati
Awan hanya berarak tertiup angin menggumpal  mendung
Diamnya angin tak lagi dapat ku mengerti
Inginkan hujan turun atau membiarkan gumpalan mendung menutup malam
Tanpa bintang tanpa rembulan
Andai saja malam ini hujan turun basahi kaki langit
Pintal hitam dilangit kan memudar
Awan takkan lagi kelam
Langit kan tersenyum besok pagi dengan kesejukan
Malam ku sayang malam ku kelam
Andai saja satu bintang terbit disana
Langit tak kan berselimut sendu
Andai awan tak hitam menutup angkasa
Mungkin rembulanpun kan terbit disana

Rindu_Sendu 0414