Senin, 17 Maret 2014

Rindu Langit

Ketika hujan berderai sendu
Tatapku terpana pada isak tangis langit
Yang kian lama kian menjadi
Butir bening yang menyentuh udara
Melembab lalu jatuh dalam pelukan bumi yang haus
karena lelahnya terbakar terik sang hari
Seketika daun dipucuk ranting basah oleh air rindu sang hujan 
yang inginkan pelangi senja hadir menyapa
Namun harap hanya sepenggal asa yang tak mungkin nyata
Mega hitam menghalangi disana
Hingga jingga tak mungkin menjadi senja 

Rindu_Sendu 0314

Senja Langit

Mega langit menangis 
Memendam rindu pada senja yang tak merona
Dingin yang memeluk udara sore
Melumat raga pada lelah yang terdasar
Rapuhku bersandar pada raga berkalang rasa
Menanti rona jingga yang tak mungkin hadir temani sendunya jiwa sepi

Jiwa pun menangis sendu
Karena lembayung tak kunjung datang
Menyangga altar langit dibilah barat
Membias rona wajah bidadari senja

Rindu_Sendu 0314

Jumat, 14 Maret 2014

Hilang Asa

Saat bintang datang nampak jelas di awan
Ingin ku menggapai kejora kan ku peluk sungguh
Menghapus duka didiri,tiada lelah ku menanti
Dan kutunggu harapan untuk menggapai cintamu
Namun sampai kapan aku harus begini
Bila cinta harus berkorban
Katakanlah apa yang harus ku korbankan????

Memang hidup ini menyakitkan
Harapan dan semua keinginan terbang menjauh
Tuk tujuan arah yang aku tempuh lenyap sekejap
Surampun aku rasakan dekati langkah langkahku
Sesalku semakin sesak membuat dunia tertawa

Kasih hanya satu pintaku
“ Cintai ruhku selamanya “
Dan berjanjilah untuk menyayangi dan menjaganya
Terima kasih atas apa yang selama ini engkau beri
Aku selalu berharap semoga cinta ku untukmu 
Abadi dalam kehidupan selamanya……


Rindu_Sendu 0314/2014

Nj

 Inikah malam yang kau maksud itu
Hamparan gelap yang bertitik titik terang
Netrapun lekat memandang satu titik disudut remang
Penuh harapan seolah itu kau
Yang ku sadar kini semakin jauh menghilang
Hhhh,
Ku coba salami hati malam ini
Ntah lakh semua semakin semu ku rasakan
Warna itu memudar,
Rasa itu menghambar….
Terkikis oleh pandangan keyakinan yang berbeda
Akhirnya jenuh mu membisu pada satu titik 
Berkedip digulita malam
Lalu menghilang disudut pandang

Rindu_Sendu 0314


Sabtu, 08 Maret 2014

Aku, Rindu dan Sepi


Pucuk pagi merekah disaat fajar menggeser malam
Satu babak kehidupan telah usang ditangan kemarin
Sekarang adalah hari ini dimana kisah baru berawal
Dari perjalanan sepucuk pagi yang kan berakhir ditangan malam
Hanya ada satu yang takkan berakhir
Satu rindu yang menjadi bayangan
Akan selalu sendu...
Sejalan seiring dalam suka dan duka
Tak pernah lepas bergandengan bersama sepi
Terus menjamah hari seperti hangat mentari
Dan dinginnya udara malam hari
Lalu aku akan menjadi sang lakon dari setiap cerita
Yang kau buat disetiap episod jejak sang waktu
Hingga lelah kan memapah diri pada peraduan yang abadi
Hari ini... kemarin... dan esok...
Adalah aku Rindu dan Sepi ku

Rindu_Sendu 0314


Kamis, 06 Maret 2014

Rindu Sendu II

Rindu menggantung dilangit hati tak bertuanSendu terpahat dirona purnama tak sempurnaGontai kaki hilang arah dalam remangMengais rindu pada sendu yang mengering diladang imajiRindu tak bertepiMenanti hingga melahir mimpi pemilik sepiMenjadikan sendu pujaan hatiSejalan seirama arungi bahtera dalam lantunan pujiRindu Sendu mengalun sepiMerobek warna rasa untuk Ilalang SenjaMenggantungnya diujung pusara mayaLalu terdiam dalam kerinduan tak terbalasHingga lelah hati memeluk diri


Rindu_Sendu 0314

Kesatuan


jika dua bisa menjadi Satu
kenapa kau tak menerima kesatuan ruh ini
yang menyusup kedalam ruh mu
jika bumi terus memutar
kenapa kau menolak untuk mengarungi jagad raya bersamaku
setiap kepak helai ku
akan tumbuh bulu keindahan
saat aku merangkul dan membawa mu
terbang tanpa jejak
gapailah tangan ku……
maka kau akan mempercayainya sepenuh hati

Rindu_Sendu 0314